HAK WARISAN PEREMPUAN BATAK

HAK WARISAN PEREMPUAN BATAK

Author:
Price:

Baca selengkapnya

   





ISBN: Dalam Proses
Kategori: Non Fiksi
Pengarang: Dr. Ir. H.Siringo ringo M.Th.
Penerbit: Infinite Publisher
Kota, Tahun: Jakarta, Oktober 2026
Tebal: 202 halaman
Berat: ±350 gr
Panjang x Lebar: 14.8 x 21 cm
Stok: 50

Warisan tidak pernah hanya tentang tanah, rumah, atau harta.
Warisan adalah tentang siapa yang diakui, siapa yang didengar, dan siapa yang dianggap sungguh-sungguh menjadi bagian dari keluarga.

Dalam masyarakat Batak, warisan berkelindan erat dengan marga, garis keturunan, tanggung jawab keluarga, dan keberlanjutan identitas. Di dalam sistem patrilineal, laki-laki secara tradisional ditempatkan sebagai penerus marga. Sementara perempuan yang hadir sebagai anak, ibu, istri, boru, perawat orang tua, penjaga relasi keluarga, dan penopang kehidupan tidak selalu memperoleh pengakuan yang sebanding dalam pewarisan. Pasted text

Di sinilah buku Hak Warisan Perempuan Batak mengajukan pertanyaan yang lebih dalam: apakah perempuan benar-benar memiliki hak, atau hanya menerima karena keluarga memilih untuk memberi?

Perbedaan antara pemberian dan hak menjadi jantung buku ini. Pemberian dapat lahir dari kasih, tetapi hak berbicara tentang kedudukan, pengakuan, suara, dan martabat. Ketika perempuan hanya menerima karena kemurahan pihak lain, ia masih bergantung pada keputusan orang lain. Ketika ia diakui sebagai subjek hak, ia berdiri sebagai bagian penuh dari keluarga. Pasted text

Dengan mempertemukan adat Batak, patriarki, hukum negara, Dalihan Na Tolu, dan teologi Kristen, buku ini tidak mengajak pembaca menolak adat, melainkan membaca kembali adat dengan lebih jernih: bagaimana tradisi tetap berakar, tetapi keadilan juga memperoleh tempat. Pasted text

Ini bukan buku tentang mempertentangkan perempuan dan laki-laki.

Ini adalah buku tentang keluarga.

Tentang bagaimana kasih diwujudkan dalam hak.
Tentang bagaimana penghormatan diwujudkan dalam pengakuan.
Dan tentang bagaimana sebuah adat dapat tetap hidup tanpa kehilangan keadilannya.

Sebab pada akhirnya, warisan terbesar sebuah keluarga bukan hanya harta yang ditinggalkan, melainkan cara keluarga memperlakukan setiap anggotanya dengan adil.


0 Reviews