Baca selengkapnya
| ISBN | : Dalam Proses |
| Kategori | : Non Fiksi |
| Pengarang | : Titus Pekei |
| Penerbit | : Infinite Publisher |
| Kota, Tahun | : Yogyakarta, Februari 2026 |
| Tebal | : 168 Halaman |
| Berat | : 219 gr |
| Panjang x Lebar | : 210 x 290 mm |
| Stok | : 100 |
Buku Papua Pulau Sagu, Bukan Sawit! mengajak pembaca memandang Papua dari akar identitasnya, yakni sagu sebagai sumber pangan, tradisi, serta perekat hubungan masyarakat adat dengan tanah leluhur. Buku ini menunjukkan bahwa sagu bukan sekadar makanan, melainkan penopang kebersamaan dan ketahanan pangan. Namun, keberadaannya kian terdesak oleh pembangunan yang tidak selalu selaras dengan prinsip keberlanjutan. Mempertahankan sagu ditegaskan bukan sebagai sikap nostalgis, melainkan sebagai strategi hidup yang realistis bagi masa depan Papua.
Selain itu, buku ini mengkritisi ekspansi perkebunan kelapa sawit yang berpotensi memicu deforestasi, merusak ekosistem, dan menimbulkan konflik hak ulayat akibat tersisihnya masyarakat adat dari proses pengambilan keputusan. Tidak berhenti pada kritik, penulis menawarkan solusi melalui penguatan sagu sebagai komoditas berkelanjutan dan pengembangan industri noken yang tertata. Upaya ini diarahkan agar budaya dan ekonomi lokal dapat tumbuh tanpa mencabut akar ekologinya.
Pada akhirnya, buku ini menyerukan kebijakan yang sungguh-sungguh melindungi alam dan martabat masyarakat adat, sehingga Papua dapat berkembang tanpa kehilangan “rumah” dan jati dirinya.

0 Reviews